Rabu, 23 Mei 2018

FAKTOR-FAKTOR TINGKAT PENDIDIKAN AKUNTAN UNTUK MEWUJUDKAN LAPORAN KEUANGAN PEMDA


ABSTRAK
Tingkat pendidikan  menjadi indikator yang menunjukan derajat intelektualitas sesorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pengetahuan dan tingkat intelektualitas seseorang. Dengan  tingkat pendidikan yang memadai, seseorang akan lebih mudah melaksanakan tugasnya dalam mengelola keuangan yang baik. Pada tingkat pendidikan akuntansi di pemerintah daerah ini pada kenyataanya masih banyak pejabat pemerintah yang tidak mempunyai kemampuan akuntansi dari pendidikan formal hal ini bisa mempengaruhi kinerja pemerintah karena pemerintah kaitanya sangat erat dengan akuntansi.Mulai dari hal yang paling awal adalah penganggaran untuk periode kedepanya,pengambilan keputusan yang didasarkan pada laporan keuangan, system akuntansinya seperti SKPD , dan kebijakan akuntansi. . laporan keungan di buat untuk dapat memberikan informasi yang relevan dan andal bagi berbagai pihak yang berkepentian terhadap lapoaran keungan tersebut yang biasanya digunakan dalam mengambil suatu kepeutusan. dan untuk pemerintah laporan keuangan sangat penting karena digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan seluruh kegiatan dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan keuangan. Laporan keuangan bagi pemerintahan digunakan sebagai media Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodic.
Kata kunci : Tingkat pendidikan, Kinerja pemerintah, Laporan keuangan







BAB I
PENDAHULUAN

   A.    Latar Belakang
     Dengan bergesernya sistem pemerintahan yang pada awalnya dari sentralisasi menjadi desentralisasi ini membuat setiap pemerintahan daerah harus mempertanggungjawabkan amanat yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Selain itu dengan diberikannya wewenang oleh pemerintahan pusat, pemerintahan daerah dapat menentukan anggaran untuk satu tahun berjalan berdasarkan masukan langsung dari masyarakat yang ada di daerah tersebut. Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mempublikasikan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Untuk dapat membuat laporan keuangan yang baik dan benar pemerintahan daerah membutuhkan tenaga kerja yang ahli dalam penyusunan laporan keuangan daerah dan mampu memahami aturan dalam penyusunan laporan keuangan daerah. Adapun pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). SAP merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah., proses penyusunan laporan keuangan juga harus dilakukan secara efektif dan efisien, tepat waktu serta data-data yang dihasilkan dari laporan keungan tersebut harus akurat. SAP merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.Tingkat pendidikan  menjadi indikator yang menunjukan derajat intelektualitas sesorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pengetahuan dan tingkat intelektualitas seseorang. Dengan  tingkat pendidikan yang memadai, seseorang akan lebih mudah melaksanakan tugasnya dalam mengelola keuangan yang baik. Setiap SKPD harus mempunyai aparatur yang kompeten serta  dilatar  belakangi oleh tingkat pendidikan akuntansi dan keuangan yang memadai.Berdasarkan hasil diskusi kami dan kelompok lain pada perkuliahan Akuntansi Sektor Publik pada semester lalu kami melakukan kunjungan di berbagai kantor kecamatan yang ada di Jogja hasilnya masih banyak sekali kantor kecamatan yang belum mampu membuat laporan keuangan yang sesuai dengan SAP. Rendahnya kualitas penyusunan laporan keuangan dikarenakan masih banyak yang belum mampu menerapkan pemahaman atas SAP dan juga kurang tepatnya penempatan sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang telah mereka dalami.

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana pentingnya tingkat pendidikan akuntansi yang ada pada pemerintah daerah ?
2.      Bagaimana laporan keuangan pada pemerintahan daerah ?

C.    Tujuan Penelitian

1.      Mengetahui pentingnya  tingkat pendidikan akuntansi yang ada di pemerintahan daerah
2.      Mengetahui pentingnya laporan keauangan pemerintah daerah

D.    Kegunaan Penulisan

1.      Kegunaan Teoritis
-        Pengembangan ilmu
Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan, handal, dan dapat dipercaya, pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal, dengan sumber daya manusia yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
2.      Kegunaan Praktis
-        Bagi pemerintah pemda
Paper ini akan membantu pemerintah daerah untuk mengetahui pembuatan laporan keuangan daerah yang baik.
-        Bagi mahasiswa
Manfaat yang diterima bagi mahasiswa adalah informasi mengenai hal-hal yang mempengaruhi tingkat pendidikan dan juga sebagai referensi bagi penulisan paper  selanjutnya.
-        Bagi perguruan tinggi
Paper ini akan membantu universitas dalam memberikan pengajaran mengenai laporan keuangan pemerintahan daerah.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sumber Daya Manusia
Menurut Zuliatri (2012), Kapasitas sumber daya manusia adalah kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi (kelembagaan), atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kapasitas harus dilihat sebagai kemampuan untuk mencapai kinerja, untuk menghasilkan keluaran-keluaran (outputs) dan hasil-hasil (outcomes). Pemerintah daerah sangat membutuhkan sumber daya manusia yang professional dengan wawasan yang luas, memiliki kompetensi dibidangnya dan memiliki jiwa berkompetensi yang sportif. Sumber daya manusia yang professional akan mampu menyelesaikan tugas dan pekerjaannya secara tuntas, berdasarkan tugas pokok dan fungsinya. Sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten dalam bidang akuntansi (keuangan) menjadi penyangga utama untuk dapat tersusun laporan keuangan yang berkualitas

B.     Tingkat Pendidikan akuntansi
Tingkat pendidikan adalah suatu jenjang pendidikan yang dimiliki oleh seseorang melalui pendidikan formal yang telah diajalani dan dibuktikan dengan ijazah yang diterima.Jenjang pendidikan dibagi menjadi 3 yaitu :
1.      Dasar               : Sekolah dasar dan SMP
2.      Menengah       : SMA
3.      Tinggi              : Perguruan tinggi
Tingkat pendidikan akuntansi bisa diartikan sebagai jenjang pendidikan yang telah dilalui oleh seseorang dalam bidang akuntansi.Tingkat pendidikan dalam pemerintahan daerah bisa dilihat dari ijazah yang telah diperoleh oleh pejabat daerah dan gelar yang telah dimiliki.Tingkat pendidikan menunjukan derajat intelektualiatas pada seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pengetahuan dan tingkat intelektualitas seseorang ,dengan tingkat pendidikan yang memadai, seseorang akan lebih mudah melaksanakan tugasnya dalam mengelola keuangan yang baik.
Pada tingkat pendidikan akuntansi di pemerintah daerah ini pada kenyataanya masih banyak pejabat pemerintah yang tidak mempunyai kemampuan akuntansi dari pendidikan formal hal ini bisa mempengaruhi kinerja pemerintah karena pemerintah kaitanya sangat erat dengan akuntansi.Mulai dari hal yang paling awal adalah penganggaran untuk periode kedepanya,pengambilan keputusan yang didasarkan pada laporan keuangan, system akuntansinya seperti SKPD , dan kebijakan akuntansi.Banyak hal dari akuntansi yang diajarkan secara formal melalui sistem pendidikan yang mempengaruhi kinerja pemerintah daerah namun hal ini tidak diimbangi dengan dukungan dari pemerintah daerah itu sendiri karena masih banyak pejabat pemerintah daerah yang tidak berasal dari pendidikan formal akuntansi.
Kasus-kasus yang bermunculan akhir-akhir ini adalah banyaknya pejabat pemerintah daerah yang melakukan tindakan korupsi hal ini tentu saja sangat merugikan negara dan mengecewakan bagi masyarakat karena orang-orang yang seharusnya membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik malah merusaknya karena ingin keuntungan secara individual, dalam hal ini uang kaitanya sangat erat dengan akuntansi jikalau pada suatu pemerintahan dan didalamnya sangat sedikit pejabat yang mempunyai pendidikan akuntansi maka dalam pemerintahan tersebut terbuka peluang yang sangat besar untuk melakukan korupsi, karena dengan sedikitnya tingkat pendidikan akuntansi dalam pemerintah maka para pejabat pemerintah akan sulit untuk mendeteksi dimana peluang-peluang yang bisa digunakan oknum pejabat pemerintah untuk melakukan korupsi.Hal ini tentu berbeda apabila dalam suatu pemerintahan  tingkat pendidikan akuntansinya tinggi karena dengn tingginya tingkat pendidikan akuntansi pada suatu pemerintah daerah maka pejabat-pejabat pemerintah didalamnya pasti sudah mengetahui peluang-peluang yang biasa digunakan untuk tindakan korupsi dan bisa mencegahnya dengan menutup peluang tersebut.Banyak tindakan korupsi pemerintah yang dilakukan pada penganggaran, tindakan operasional, dan pengaadan barang.

C.    PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN PEMDA
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, laporan keuangan pemerintah dapat dikatakan berkualitas apabila laporan tersebut (1) andal, (2) relevan, (3) dapat dipahami, dan (4) dapat dibandingkan. Laporan keuangan yang berkualitas menunjukkan bahwa Kepala Daerah bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang dilimpahkan kepadanya dalam pelaksanaan tanggung jawab mengelola organisasi. Kualitas merupakan suatu penilaian terhadap output pusat pertanggungjawaban atas suatu hal, baik itu dilihat dari segi yang berwujud seperti barang maupun segi yang tidak berwujud, seperti suatu kegiatan. Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu (Roviyantie, 2011). Kualitas laporan keuangan sangat berpengaruh pada akuntabilitas, dengan kualitas laporan keuangan yang baik akan memberikan dedikasi terhadap akuntabilitas atau pertanggungjawaban atas laporan keuangan yang dibuat. Alat untuk memfasilitasi agar laporan keuangan tersebut semakin transparan dan akuntabel yaitu dengan SAP. Dengan menerapkan SAP informasi keuangan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan di pemerintahan dan juga terwujudnya transparansi serta akuntabilitas. SAP mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia. Kualitas laporan keuangan adalah penyajian laporan keuangan yang memiliki kriteria antara lain: kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektifitas sistem pengendalian intern (Yuliani, 2010). Tujuan pelaporan keuangan pemerintah daerah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan, alat akuntabilitas publik, dan untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi. Informasi dalam laporan keuangan harus relevan untuk memenuhi tujuan laporan keuangan pemerintah, namun tidak dapat sepenuhnya memenuhi tujuan tersebut. Informasi tambahan, termasuk laporan non keuangan, dapat dilaporkan bersama-sama dengan laporan keuangan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas suatu entitas pelaporan selama satu periode. LKPD diharapkan dapat menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik untuk keputusan ekonomi sosial dan politik (Arsyiati, 2010).


Laporan keungan di buat untuk dapat memberikan informasi yang relevan dan andal bagi berbagai pihak yang berkepentian terhadap lapoaran keungan tersebut yang biasanya digunakan dalam mengambil suatu kepeutusan. dan untuk pemerintah laporan keuangan sangat penting karena digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan seluruh kegiatan dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan keuangan. laporan ini juga membantu untuk menentukan ketaatan pekerja atau masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan. cara membuat laporan keuangan memengaruhi laporan seluruh kegiatan dan hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut secara sistematis dan terstruktur. laporan keuangan bagi pemerintah yang disusun oleh setiap entitas pelaporan juga memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Laporan keuangan bagi pemerintah biasa merupakan hal yang bersifat penting karena digunkan sebagai data atau informasi ntuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sehingga fungsi  perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat bisa lebih tepat sasaran.
Laporan keuangan bagi pemerintahan digunakan sebagai media mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Juga untuk mengetahui apakah sumber daya diperoleh dan digunakan telah sesuai dengan ketentuan, termasuk kepatuhan terhadap batas penggunakan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD/APBN







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimplan
Tingkat pendidikan  menjadi indikator yang menunjukan derajat intelektualitas sesorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pengetahuan dan tingkat intelektualitas seseorang. Dengan  tingkat pendidikan yang memadai, seseorang akan lebih mudah melaksanakan tugasnya dalam mengelola keuangan yang baik. Setiap SKPD harus mempunyai aparatur yang kompeten serta  dilatar  belakangi oleh tingkat pendidikan akuntansi dan keuangan yang memadai. Tingkat pendidikan adalah suatu jenjang pendidikan yang dimiliki oleh seseorang melalui pendidikan formal yang telah diajalani dan dibuktikan dengan ijazah yang diterima. Jenjang pendidikan dibagi menjadi 3 yaitu Sekolah dasar dan SMP, SMA, Perguruan tinggi. Tingkat pendidikan dalam pemerintahan daerah bisa dilihat dari ijazah yang telah diperoleh oleh pejabat daerah dan gelar yang telah dimiliki.Tingkat pendidikan menunjukan derajat intelektualiatas pada seseorang. Kasus-kasus yang bermunculan akhir-akhir ini adalah banyaknya pejabar pemerintah daerah yang melakukan tindakan korupsi hal ini tentu saja sangat merugikan negara dan mengecewakan bagi masyarakat karena orang-orang yang seharusnya membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik malah merusaknya karena ingin keuntungan secara individual, dalam hal ini uang kaitanya sangat erat dengan akuntansi jikalau pada suatu pemerintahan dan didalamnya sangat sedikit pejabat yang mempunyai pendidikan akuntansi maka dalam pemerintahan tersebut terbuka peluang yang sangat besar untuk melakukan korupsi, karena dengan sedikitnya tingkat pendidikan akuntansi dalam pemerintah maka para pejabat pemerintah akan sulit untuk mendeteksi dimana peluang-peluang yang bisa digunakan oknum pejabat pemerintah untuk melakukan korupsi. Laporan keuangan bagi pemerintah biasa merupakan hal yang bersifat penting karena digunkan sebagai data atau informsi ntuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sehingga fungsi  perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat bisa lebih tepat sasaran. Laporan keuangan bagi pemerintahan digunakan sebagai media Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodic.


B.     Saran
Paper yang kami buat masih memiliki banyak kekurangan, dari segi hal peulisan maupun kelengkapan informasi yang kami dapat, keterbatasan mnengenai data yang membuat data kami tidak begitu banyak. Kami menyarankan kepada penneliti selanjutnya agar lebih menambah data yang ada. Data yang kami dapat hanya beberapa saja, peneliti selanjutnya wajib menambahkan data yang lebih banyak dan lengkap. Ruang lingkup dari data kami  juga hanya wilaayah kota jogja, diharapkan peneliti memperluas ruang lingkup penelitiann. Bagi pembaca kami mohon maaf apabila banyak kekrangan dalam paper ini, Pilihlah informasi yang menurut anda bermafaat dan buang yang bersifat negatif.












DAFTAR PUSTAKA

Arsyiati. 2008. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Keuangan                             Terhadap Kualitas Pertanggungjawaban Keuangan PNBP Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Instansi. Tesis. Universitas Syiah Kuala

Bastian, I. 2006. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Erlangga

Nordiawan, D. 2007. Akuntansi Pemerintahan. Jakarta. Salemba Empat

Roviyantie, D. 2011. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah. Universitas Siliwangi

Republik Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 56 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. Jakarta

Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 71 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Jakarta

Zuliarti, 2012. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah Studi Pada Pemerintah Kabupaten Kudus.